Bimbingan Akademik
Bagikan

Bagaimana Perubahan Pembelajaran Matematika dari Tahun ke Tahun?

Oleh Kurniawan, dipublikasikan pada 15/01/2019 Blog > Bimbingan Akademik > Matematika > Bagaimana Transformasi Pembelajaran Matematika dari Masa ke Masa?

Pengajaran matematika di sekolah telah berkembang pesat selama dua abad terakhir.

Meskipun masih akan selalu ada yang harus dibenahi, kemajuan besar telah dibuat dalam metode untuk membawa matematika ke dalam kehidupan sehari-hari semua murid.

Berikut ini adalah riwayat pembelajaran matematika terkini, untuk memahami bagaimana kita bisa sampai pada pembelajaran matematika yang sekarang.

Pembelajaran Matematika pada Abad ke 19

Abad ke 19 dimulai dengan memudarnya kekuasaan Gereja atas pendidikan dan sekolah di UK. Undang-Undang Pendidikan (Skotlandia) tahun 1872 yang dikuasakan kepada badan-badan sekuler pekerjaan administrasi pendidikan, secara formal mengakhiri peran Gereja sebagai penanggung jawab pembelajaran.

Badan-badan baru ini memulai misi pemberantasan buta aksara di kota-kota besar, yang sebagian besar disebabkan oleh migrasi massal pekerja dari pedesaan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja akibat revolusi industri.

Pemahaman dasar matematika, bahkan sampai saat ini, dipandang sebagai prasyarat yang diperlukan untuk kehidupan modern, dan beberapa sekolah dulunya tidak memasukkannya dalam jadwal pelajaran.

Charles Dickens mendatangi Ragged School Charles Dickens dipengaruhi oleh kunjungannya ke Ragged School pada tahun 1843 (Sumber: commons.wikimedia.org – Georges Cruikshank)

Publikasi Johann Heinrich Pestalozzi pada tahun 1803 mempengaruhi reformasi besar dalam pengajaran matematika, seperti bahwa anak-anak yang mulai belajar matematika segera setelah mereka memasuki sekolah, fokus yang tertuju pada objek fisik dan persepsi, serta keunggulan matematika sebagai salah satu mata pelajaran sekolah yang paling penting. Reformasi kontemporer terhadap aturan yang mengatur aljabar membuat disiplin tersebut lebih mudah dipelajari.

Baru pada tahun 1833, negara Inggris sendiri terlibat langsung dalam pendidikan, secara nasional. Pada tahun ini, untuk pertama kalinya dana dialokasikan untuk pembangunan sekolah untuk anak-anak miskin. Undang-undang Pendidikan Dasar 1880 mengisyaratkan dimulainya pendidikan wajib untuk semua anak, antara usia 5 sampai 10 tahun.

Pada tahun 1918 usia meninggalkan sekolah (school-leaving age) dinaikkan, oleh the Fisher Education, menjadi 14, dan dinaikkan lagi menjadi 15 pada 1944 oleh the Education act.

Di blog kami, kamu juga bisa menemukan 7 penerapan matematika yang mengejutkan

Pendidikan Matematika sejak Tahun 1960

The Joint Mathematical Council dibentuk pada tahun 1963 untuk menstandarkan dan meningkatkan pengajaran matematika di sekolah-sekolah UK.

Sebelum adanya kalkulator, sebagian besar pengitungan dilakukan dengan tangan, dengan mistar hitung dan tabel logaritma.

Decimal Day (hari desimal), pada tanggal 15 Februari 1971, menghapus pengitungan panjang yang diperlukan untuk mengetahui berat dan ukuran di bawah kendali sistem Kerajaan, dan menghasilkan bekurangnya jumlah waktu yang dialokasikan untuk pengitungan numerik di sekolah.

penggunaan penggaris Bahkan teknologi yang sederhana sekalipun telah memberikan dampak yang besar di kelas (Sumber: Flickr.com – Dean Hochman)

Munculnya kalkulator elektronik portabel yang terjangkau pada 1980an pada awalnya menimbulkan kekhawatiran bahwa keterampilan mental aritmetika para siswa akan menurun; Namun, kalkulator tersebut akhirnya menjadi alat bantu yang diperlukan oleh setiap siswa. Munculnya kalkulator ilmiah memungkinkan penghitungan fungsi yang kompleks, termasuk logaritma dan trigonometri, untuk setiap siswa.

Yang paling diperlukan dalam pendidikan matematika adalah landasan yang baik dalam memahami kosakata matematika.

Peran Psikologi dalam Pendidikan Matematika dan Sains

Bidang psikologi telah memainkan peran penting dalam membentuk dan meningkatkan matematika serta pendidikan sains di seluruh dunia. Sebuah laporan pada tahun 2007 yang diterbitkan di Amerika Serikat oleh sebuah panel pendidikan sains meninjau penelitian selama beberapa dekade di berbagai bidang termasuk psikologi perkembangan, ilmu kognitif, serta penelitian dan penilaian pendidikan, untuk menjelaskan hubungan tersebut.

Laporan tersebut juga menyoroti bagaimana kemajuan dalam memahami matematika dan sains dasar, sejalan dengan kemajuan dalam penelitian masalah sosial dan motivasi yang menjelaskan adanya kemungkinan pendekatan baru untuk meningkatkan praktik di ruang kelas.

Peran psikologi pada anak-anak untuk diajar Penelitian psikologi anak dapat meningkatkan metode pengajaran (Sumber: commons.wikimedia.org – Ryan Lobo)

Berikut ini empat bidang utama di mana psikologi dianggap telah secara signifikan meningkatkan pendidikan matematika dan sains dasar:

Pemahaman konseptual matematika dasar:

Penelitian telah menunjukkan bahwa berbagai jenis input pengenalan matematika yang diberikan kepada anak-anak selama periode prasekolah mempunyai peran yang penting dalam menentukan perbedaan awal setiap individu dalam kompetensi matematika, yang mereka tunjukkan di sekolah.

Anak-anak dari keluarga dengan status sosial ekonomi yang rendah umumnya mendapatakan pengenalan matematika yang lebih sedikit di tahun-tahun awal mereka, yang mungkin bisa jadi salah satu faktor penyebab kesenjangan prestasi yang terlihat di sekolah.

Pemahaman konseptual sains:

Bahasa sains yang mirip dengan bahasa sehari-hari menimbulkan kebingungan: Kosa-kata sehari-hari sering memiliki arti yang benar-benara berbeda dengan kosa-kata yang sama dalam matematika dan sains, yang mungkin menjadi sumber kesulitan para siswa.

Psikologi linguistik mungkin dapat menyoroti bidang-bidang di mana dalam hal ini, pengetahuan awal menimbulkan kebingungan.

Keterlibatan faktor sosial dan motivasi dalam matematika dan sains:

Dalam beberapa dekade penelitian, berbagai faktor sosial dan motivasi, termasuk stereotip identitas gender dan ras, telah terbukti mempunyai keterkaitan dengan prestasi akademik, dengan efek lanjutan pada aspirasi para siswa.

Memang benar, misalnya, bahwa sejauh ini mayoritas siswa yang mengambil jurusan matematika di universitas adalah laki-laki.

Motivasi intrinsik seorang siswa—dorongan batin mereka untuk menyelesaikan tugas—dapat dikembangkan dengan menerapkan strategi pengajaran yang memanfaatkan keingintahuan alami anak tentang dunia dan bagaimana segala sesuatu bekerja.

Penilaian pembelajaran dalam matematika dan sains:

Pengujian yang efektif diselaraskan dengan kurikulum yang efektif yang berfokus pada pemahaman sifat-sifat dasar sains dan matematika.

Pengajaran yang ditingkatkan dengan teknologi dapat digunakan untuk memberikan informasi terperinci tentang bagaimana siswa belajar dan masalah apa yang menghalangi kemajuan mereka.

Pelajari bagaimana matematika dan Seni saling terkait dengan erat.

Waktunya untuk Melakukan Perubahan?

Inggris berada di peringkat ke 27 untuk matematika dalam peringkat PISA sedunia yang terbaru: tempat terendah sejak pertama kali berpartisipasi dalam skema tersebut.

Tetapi, apakah posisi peringkat merupakan tujuan yang bijaksana dari pendidikan?

Jika tujuan pendidikan adalah untuk mempersiapkan generasi berikutnya dalam mengambil tempat mereka di dunia, kena tidak mengalihkan fokus kepada hal-hal yang lebih relevan, daripada sekedar peringkat?

Ilmu matermatika untuk generasi mendatang Pendidikan matematika harus mempersiapkan generasi berikutnya untuk kehidupan di masa depan (Sumber: commons.wikimedia.org – Ministerio de Educación, Columbia)

Menurut sebuah artikel Guardian tahun 2014, masalah pendidikan matematika terletak pada;

“Perbedaan […] antara matematika dalam pendidikan dan matematika di dunia nyata: di mana-mana, kebanyakan dari kita mengajarkan matematika yang salah […]. Di dunia nyata, hampir secara universal kita menggunakan komputer untuk menghitung; dalam pendidikan, hampir secara universal kita menggunakan orang untuk menghitung.”

Ketika matematika, dalam bentuk IT; telekomunikasi; kecerdasan buatan; otomatisasi, dan banyak lagi, semakin bertanggung jawab untuk menjalankan proses latar belakang kehidupan sehari-hari, pendidikan matematika masih menekankan pada ketrampilan praktis yang di dunia nyata telah lama diambil alih oleh mesin dan diserahkan kepada komputer.

Siswa kurang mendapat pemaparan permasalahan matematika di dunia nyata, hanya untuk menyelesaikan permasalahan “remeh” yang disederhanakan. Karena permasalahan di dunia nyata lebih acak dan lebih rumit, penghitungaannya dapat ditangani dengan menggunakan komputer.

Pendekatan yang digunakan saat ini menyebabkan siswa mendapat kesan bahwa matematika tidak relevan dengan kehidupan mereka, padahal yang sebenarnya terjadi adalah sebaliknya, dan relevansi matematika semakin bertambah.

Ada kesenjangan yang semakin besar antara matematika yang dihadapi siswa di sekolah, dan kebutuhan di kehidupan nyata. Tuntutan matematika di dunia nyata semakin kompleks, tetapi sistem pendidikan kita memilih cara yang salah dalam mengatasi kesenjangan tersebut.

Kita harus menyingkirkan pembelajaran penghitungan matematika di kepala dengan metode menghafal, dan membuat siswa menangani contoh permasalahan di dunia nyata menggunakan kemampuan komputasi dan kalkulus. Memeriksa statistik, memecahkan sandi, atau mendesain ulang sistem transportasi umum akan menumbuhkan kreativitas, pemikiran lateral, dan pemahaman konseptual siswa, yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan kompleks di dunia nyata—dengan kemampuan hitung yang dimiliki komputer.

UK baru-baru ini bergabung dengan perkumpulan kecil dari negara-negara yang memasukkan codingke dalam sistem pendidikan sekolah. Codingadalah bahasa komputer dan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan pengitungan dan permasalahan matematika yang rumit.

Estonia adalah negara pertama yang mendorong pengajaran coding di sekolah-sekolah dan yang pertama kali menerapkan sistem pendidikan berbasis komputer untuk pengajaran matematika. Estonia juga merupakan negara peringkat atas di Eropa dalam peringkat PISA.

Akan seperti Apa Pembelajaran Matematika di Masa yang akan Datang?

Idealnya, pengajaran matematika akan menjadi lebih relevan dengan kehidupan nyata, dan mempertimbangkan siswa dari semua latar belakang.

Komputer dan coding akan menjadi pusat masa depan pendidikan (Sumber: Max Pixel)

Berikut adalah beberapa tantangan yang perlu hadapi agar pendidikan matematika yang berkualitas bisa tersedia bagi semua:

  • Buatlah demonstrasi, misalnya dalam geometri, yang lebih mudah diakses oleh sebagian besar siswa.
  • Buatlah latihan yang relevan dengan situasi di kehidupan nyata, untuk menyanggah persepsi bahwa matematika terpisah dan tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari.
  • Biarkan perbedaan dalam kelas yang sama (siswa yang merasa matematika itu susah dan yang merasa matematika itu mudah) sambil membangun inti umum matematika.
  • Berdayakan guru untuk menyesuaikan pengajaran mereka dengan kebutuhan siswa melalui pelatihan khusus.
  • Tempatkan penekanan pada relevansi matematika dengan karir siswa setelah lulus pendidikan tinggi.

Pengajaran matematika terus berkembang. Banyak guru yang setuju bahwa perubahan ini adalah fenomena positif, baik melalui pengaruh mata pelajaran ilmiah atau mata pelajaran kesenian, yang menjadi definisi dari inti umum untuk dijadikan acuan oleh semua kelas.

Tujuan pengajaran matematika di tahun-tahun berikutnya adalah pengurangan jumlah siswa yang gagal dalam mata pelajaran ini karena tekanan pengajaran yang terlalu banyak menuntut.

Apa yang akan dimiliki abad ke 21 melalui perubahan dalam pengajaran matematika?

Pelajari Kejeniusan Albert Einstein dan kontribusinya pada Matematika.

Bagikan

Para pembaca kami menyukai artikel ini
Apa artikel ini berguna untuk mu?

Nessuna informazione utile? Sei sicuro?Ok, cercheremo di fare meglio la prossima volta!La sufficienza, menomale! Niente di più?Grazie! Scrivici le tue domande nei commenti!É stato un piacere aiutarti! :-) (Vota per primo)
Loading...

Lascia un commento su questo articolo

avatar