Bimbingan Akademik Musik Seni dan hobi Bahasa
Bagikan

Seni dan Matematika Punya Keterkaitan yang Lebih Erat dari yang Kamu Kira

Oleh Kurniawan, dipublikasikan pada 21/01/2019 Blog > Bimbingan Akademik > Matematika > Korelasi antara Seni dan Matematika

Awalnya mungkin terdengar aneh, tetapi matematika dan seni sangat terkait dengan erat.

Ini menunjukkan kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari, serta keindahannya.

Meskipun yang satu adalah ilmu pasti dan yang lainnya merupakan pekerjaan artistik, menarik untuk dicatat bahwa untuk melukis dibutuhkan banyak konsep matematika.

Tentu saja ada juga berbagai kegiatan turunan dari seni, seperti desain grafis, yang menjangkau baik media tradisional maupun modern.

Pada kenyataannya, susunan unsur-unsur yang membentuk suatu gambar, yang dipelajari oleh setiap siswa di kelas seni, sesuai dengan kaidah matematika.

Tutor matematika di Superprof bisa mengajari kamu pendalaman persamaan matematika tradisional. Apa yang membuat kelas matematika dengan seni lukis saling berkaitan? Baca terus agar kamu tahu.

Geometri: Unsur yang Penting dalam Gambar

Geometri adalah hal pertama yang muncul ketika kita membahas hubungan antara matematika dan seni lukis. Ini adalah cabang matematika yang bertujuan untuk mempelajari bentuk-bentuk dalam ruang.

segitiga geometri pada kesenian Geometri dalam bidang seni (Sumber: Pixabay.com- Prawney)

Bukankah menggambar merupakan penataan artistik berbagai bentuk untuk membuat suatu komposisi? Dan bukankah melukis berawal dari menggambar?

Itu benar: Geometri erat kaitanya dengan melukis. Sebenarnya ada banyak cabang geometri, yang paling terkenal adalah:

  • Geometry Euclid, yang mempelajari bangun datar dan bangun ruang.
  • Geometry Affine, yang mempelajari garis dan titik tanpa konsep sudut dan jarak.
  • Caabang Geometri yang lain termasuk geometri bola, geometri sintetik, geometri hiperbolik, geometri analitik, geometri elips, dan geometri aljabar.

Sekarang, beberapa ‘teorema besar’ yang kamu pelajari ketika belajar matematika di sekolah mungkin muncul dalam ingatanmu. Disini, kita akan membahas teorema Pythagoras dan Thales yang terkenal—yang dapat kamu baca lebih lanjut dalam kosakata matematika milik kami!

Pilar-pilar matematika tersebut, setelah ditinjau lebih dekat, jauh lebih berguna daripada ketika pertama kali muncul, dan menjadi aspek yang sangat penting dalam dunia seni. Paralelisme dan simetri juga banyak digunakan dalam banyak karya seni.

Seperti halnya matematika, melukis juga membutuhkan ketelitian. Bahkan karya-karya yang paling abstrak sekalipun seringkali mengikuti logika matematika: Setiap bagian dari lukisan dibuat sedemikian rupa untuk menciptakan kesatuan yang koheren dan harmonis.

Geometri juga menjadi salah satu aspek dalam 7 contoh mengejutkan dari pengaplikasian matematika milik kami.

Rasio Emas: Penerapan Matematika dalam Melukis

Rasio emas adalah contoh yang sangat bagus dari hubungan antara matematika dan seni lukis.

Di Romawi kuno, arsitek, pelukis, pematung, dan desainer memahami perbedaan antara karya yang mempunyai estetika dan karya asal-asalan. Mereka sangat tertarik dengan permasalahan ini dan telah mempelajari bagaimana sebuah karya secara estetika bisa dikatakan menarik, meskipun terdiri dari bagian-bagian yang tidak sama.

Arsitek Romawi yang bernama Vitruvius adalah salah satu orang pertama yang memperkenalkan rasio emas. Rasio ini dapat digunakan sebagai acuan untuk membuat serangkaian bentuk, yang bisa diulangi sebanyak mungkin dalam subbagian dari karya satu yang sama.

Di bangunan tua yunani ada rasio emas Rasio Emas ditemukan pada bangunan Parthenon (Sumber: Emptyeasel.com)

Beberapa matematikawan, seperti Fibonacci yang terkenal, penulis the Fibonacci sequence, telah membuktikan keberadaan rasio emas di alam—Lihat artikel kami tentang sejarah matematika untuk informasi lebih lanjut. Bahkan tubuh manusia terbagi oleh rasio yang terkenal ini.

Dalam seni lukis, ada rasio persegi panjang emas, spiral emas, segitiga emas, dan elips emas. Bersama-sama, elemen-elemen ini menentukan dengan tepat di mana setiap bagian dari sebuah lukisan harus ditempatkan, agar keseluruhannya menjadi selaras dan enak dilihat.

Contoh paling terkenal dari penggunaan elemen-elemen ini dalam seni adalah:

The Birth of Venus, dilukis oleh Sandro Botticelli pada tahun 1482. Kita dapat melihat bahwa posisi dalam ruang karaktermengikuti rasio persegi panjang emas. Bahkan, lukisan itu sendiri adalah sebuah persegi panjang emas: Ukurannya (172,5 cm x 278,05 cm) sesuai dengan rasio emas.

Hari kelahiran venus juga pakai rasio emas The Birth of Venus yang menggunakan rasio emas (Sumber: Apogeephoto.com)

Di dalam lukisan Jicopo de Barbari, yang dilukis oleh seorang matematikawan Fra Luca Pacioli,  terkandung representasi yang sempurna dari penggunaan rasio emas: Jarak antara jari telunjuk dan ibu jari sang tokoh sesuai dengan ketinggian buku terbuka yang ditampilkan. Pada tahun 1498 matematikawan ini menulis sebuah risalah tentang rasio emas—tentunya ini bukan sekedar kebetulan.

Seperti halnya The Birth of Venus,Adoration of the Magic yang dilukis oleh Diego Velazquez pada tahun 1609 juga mengandung persegi panjang emas. Dalam lukisan ini, wajah bayi Yesus terletak tepat pada titik emas.

Buku komik juga merupakan media yang memanfaatkan rasio emas. Kami mendapatinya di the Adventures of Tintin, misalnya.

Penulis Hergé diakui sebagai orang pertama yang membawa gaya strip komik seperti ini—yang menggunakan gelembung percakapan—ke Eropa.

Hergé sering menggunakan rasio emas untuk memusatkan perhatian pada titik-titik tertentu. Sebagai contoh, lihat The Crab with the Golden Claws, kotak 5, halaman 35 edisi kedua; The Temple of the Sun, kotak 1, halaman47 edisi kedua; atau King Ottokar’s Sceptre, kotak 7, halaman3 edisi kedua.

Cari tahu di artikel lain blog kami tentang lima anggapan klise tentang matematika

Leonardo da Vinci: Seorang Matematikawan dan Seniman Jenius

Tidak diragukan lagi bahwa Leonardo da Vinci adalah salah satu tokoh terbesar di bidang seni, matematika, dan teknik. Seorang jenius sejati, penemu, dan seniman yang satu ini hidup dari tahun 1452 sampai 1519 dan merupakan pencetus banyak kemajuan dalam teknologi matematika, sebagian kemajuan tersebut dicetuskan jauh sebelum akhirnya dibuat.Kita berhutang padanya atas gagasan perspektif, konsep dasar dalam representasi artistik.

The Vitruvian Man (awalnya digambar oleh arsitek Romawi Vitruvius), salah satu gambarnya yang paling terkenal, mangandung banyak data matematika.

Dalam gambar ini, Leonardo menetapkan berbagai ukuran tubuh manusia, dalam sebuah definisi bentuk yang bisa dikatakan “sempurna”. Di antara ukuran yang tergambar, kita bisa tahu bahwa dengan menjulurkan kaki kita, akan dihasilkan segitiga sama sisi yang dibentuk oleh kaki kita dan tanah. Ditunjukkan juga bahawa panjang dari gabungan kedua lengan kita yang dirantangkan sama dengan tinggi badan kita.

Dalam karya ini, Leonardo mengukur dan menggambarkan setiap bagian dari tubuh manusia dengan tepat, dalam kesatuan yang proporsional.

Di lukisan monalisa juga ada rasio emas Rasio emas juga dapat ditemukan di lukisan the Mona Lisa (Sumber: Juan Ángel Paniagua Sánchez)

Fakta sederhana ditempatkannya tokoh dalam lingkaran di dalam kotak menunjukkan pentingnya geometri dan matematika bagi pelukis dan polimatik terkenal yang satu ini.

Sebagai seorang matematikawan, Leonardo da Vinci tahu tentang rasio emas, dan menggunakannya dalam banyak lukisan. Dalam the Mona Lisa, misalnya, proporsi wajah tokoh sangat sesuai dengan persegi panjang emas. Hal yang sama juga berlaku untuk proporsi tubuhnya yang, dari siku ke siku, sesuai dengan persegi panjang emas.

The Last Supper, yang dilukis antara tahun 1494 dan 1497, juga menggunakan persegi panjang emas, di mana meja dan ruangan yang digambarkan sesuai dengan ukuran rasio tersebut.

Di pertemuan ini juga ditemukan rasio emas Rasio Emas dalam The Last Supper (Sumber: Emptyeasel.com – Leonardo da Vinci)

Dalam melukis karya-karyanya, Da Vinci menggunakan teorema matematika yang paling terkemuka pada masanya, yang menghasilkan daya tarikestetika dan harmoni.

Bahkan sampai hari ini, kita mempelajari karya-karyanya, yang dianggap klasik, untuk mengidentifikasi berbagai strategi yang dia gunakan.

Meskipun dia adalah salah satu seniman yang telah memainkan peran penting dalam evolusi matematika, dia mungkin tidak akan pernah diajarkan dalam pelajaran matematikamu

Matematika Penting untuk Mata Pelajaran Lainnya

Meskipun awalnya matematika tidak kelihatan mempunyai keterkaian dengan seni, namun seperti yang telah kami tunjukkan, ada hubungan yang signifikan antara kedua bidang ini.

Ketika kamu menggambar dan melukis, kemungkinan besar kamu akan menerapkan pengetahuan matematikamu.

Kelas matematika dan kelas matematika privat juga memiliki pengaruh pada banyak pelajaran lain, termasuk ilmu komputer. Itulah sebabnya mengapa disiplin ini mempunyai tempat tersendiri dalam pembelajaran di berbagai mata pelajaran.

Munculnya grafika komputer dan desain industri semakin menggarisbawahi pentingnya matematika.

Jika kamu ingin menjadi pelukis hebat, kamu perlu meluangkan waktu untuk belajar matematika dan benar-benar menguasai konsep perspektif dan geometri.

Albert Einstein yang pernah berkata “Setelah tingkat keterampilan teknis tertentu tercapai, sains dan seni cenderung menyatu dalam estetika, plastisitas, dan wujud. Ilmuwan terhebat yang satu ini adalah seniman juga”.

Tunggu apa lagi, pelajari matematika sekarang juga! Temukan seorang tutor matematika di Superprof untuk revisi matematika GCSE.

 

Bagikan

Para pembaca kami menyukai artikel ini
Apa artikel ini berguna untuk mu?

Tidak ada informasi yang bergunaOke, namun masih harus ditingkatkanArtikel ini cukup bermanfaatTerima kasih! Artikel ini sangat bermanfaatPuas sekali dengan artikel ini (Berikan penilaian anda)
Loading...

Berikan komentar di artikel ini

avatar