Bimbingan Akademik Musik Seni dan hobi Bahasa
Bagikan

Belajar Matematika: Tips dan Saran Memperkenalkan Matematika Kepada Anak

Oleh , dipublikasikan pada 12/04/2019 Blog > Bimbingan Akademik > Matematika > Tidak Sembarangan! Ada Teknik Khusus Untuk Mengajarkan Matematika Kepada Anak

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya, terutama mengenai karir akademik mereka.

Karena alasan tersebut, banyak orang tua mulai mengajarkan anak mereka dasar matematika atau bahasa asing dirumah selagi mereka masih di usia belia.

Namun, apakah hal tersebut sudah benar?

Tentu saja, metode mengajar berperan besar ketika berbagi suatu pengetahuan pada anak-anak.

Agar menjadi lebih efektif, anak-anak harus turut serta dalam membahas suatu topik, apakah itu berhitung, aritmatika mental, membaca waktu, penjumlahan, atau mengidentifikasi segi banyak (polygon).

Mendekati pembelajaran dengan pola pikir positif dan mengambil subjek diluar konsep akademik dapat menjadi kunci dalam menguasai Matematika. Sebagai contoh, bermain game online matematika dan puzzle bisa membantu para pelajar memvisualkan permasalahan matematik dalam sebuah konteks tanpa ada tekanan dari format latihan.

Namun, bagaimana jika murid Anda mengidap Disleksia atau Diskalkulia?

Dan, apakah ada persaingan antar gender ketika menyangkut mata pelajaran berbasis matematika?

Setiap Anak Memiliki Kemampuan Yang Sama dalam Mempelajari Matematika

Para ahli bahasa menyarankan ketika akan mempelajari suatu bahasa, semakin muda usia pelajarnya maka akan semakin baik hasilnya. Hal ini dikarenakan ketika otak di usia belia berusaha mempelajari bahasa baru sebanyak-banyaknya, dan dengan mempelajari dua bahasa, seorang bayi bisa menjadi seorang bilingual/dwibahasa.

Tapi, bagaimana dengan matematika? secara mengejutkan, jika Anda bertanya kepada para ahli matematika, mereka akan mengatakan hal yang sama.

Sebuah studi oleh Michele Mazzocco dari University of Minnesota menunjukan bahwa anak-anak yang bahkan dirasa belum mencapai umur untuk memulai sekolah, mampu untuk mempelajari konsep mudah matematika, seperti geometris dan simetris. Namun, studi tersebut juga menemukan bahwa para orang tua yang memiliki kesulitan dalam mempelajari matematika bisa memperlambat proses anak untuk belajar.

Sama seperti ketakutan saat akan mendatangi dokter gigi, orang tua bisa saja menyalurkan rasa takutnya pada matematika.  Rasa takut biasanya berasal dari saat menjalani ujian atau ditertawakan karena tidak mampu untuk menyelesaikan soal matematika di sekolah seperti peluang dan statistik, teori pitagoras, proporsi, pertidaksamaan, aljabar, angka kompleks atau vektor.

Berbagi pengetahuan dengan anak saat bermain Rangkul rasa ingin tahu anak Anda dan nikmati saat berbagi pengetahuan Anda dengan mereka. Sumber : Pexels

Ketika telah tiba waktu bagi anak untuk memulai sekolah dasar, games interaksi matematika dapat menjadi bantuan yang luar biasa bagi anak untuk memahami dan menerapkan apa yang telah diajarkan.

Namun, apakah semua anak memiliki kemampuan yang sama ketika mempelajari matematika? tidak diragukan lagi jika setiap anak memiliki keinginan alami untuk belajar tentang dunia disekitar mereka. Dengan pola pikir yang positif dan guru matematika yang tepat, anak bisa melihat sisi menyenangkan dari matematika.

Dan untuk melengkapi pendidikan formal mereka, mengapa tidak mencari guru les privat matematika untuk mereka?

Pengajaran matematika privat di rumah atau kelas online dapat membantu memastikan para murid tidak tertinggal jauh dengan teman sebayanya karena para tutor akan mencari keunggulan dan kekurangan dari pengetahuan muridnya untuk memberikan tuntunan matematika yang telah disesuaikan dengan kebutuhan mereka seperti pecahan, angka desimal, pembagian panjang, penjumlahan dan pengurangan, penempatan nilai dan memahami kosakata matematika dan notasi.

Dengan seorang tutor matematika, Anda juga bisa mempelajari lebih jauh dengan melihat lebih dalam pada permasalahan matematika untuk membentuk dasar kuat untuk studi kedepan mengenai trigonometri, akar kuadrat, koordinat dan grafik, kalkulus, aljabar, penalaran, geometri, perkalian dan pembagian, menemukan eksponen, suku banyak, kuadrat, integral dan persamaan diferensial dan problem-solving.

Bantu Anak Anda Belajar dengan Game Matematika

Para orang tua cenderung menaruh kepercayaan mereka terhadap guru sekolah ketika menyangkut pendidikan anak mereka, namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membantu pelajaran matematika anak mereka.

Pertama, tidak peduli seberapa besar tekanan karena matematika yang Anda alami selama masa sekolah, belajar untuk terbuka mengenai pelajaran tersebut dirumah. Hal ini akan memberi matematika tempat dalam keseharian anak Anda diluar sekolah, mengijinkan mereka untuk merasa nyaman untuk bertanya pada Anda tentang PR mereka atau permasalahan matematika yang sedang mereka pelajari dan beri penerapan matematika di kehidupan sehari-hari.

Ada banyak games matematika gratis dan papan games yang mendukung belajar anak, jadi sangat bermanfaat untuk investasi waktu untuk membantu anak Anda belajar lepas dari buku cetak dan belajar matematika dengan menyenangkan.

Tidak jarang seorang pendidik menggunakan Lego untuk mengajar matematika!

bermain game yang berbasis strategidan perhitungan dapat membantu dalam belajar matematika Ubah cara pandang Anda terhadap matematika dengan bermain games. Sumber : Pixabay

Pembelajaran akan sukses ketika Anda bersenang-senang. Itulah mengapa belajar sambil bermain ideal bagi anak-anak dan murid berbagai umur yang menikmati berlatih matematika. Ada banyak situs matematika termasuk Math Playground dan Primary Games Arena yang penuh dengan games matematika menyenangkan bagi anak melihat bagaimana kemampuan matematika mereka berkembang.

Matematika ada disekitar kita, kita hanya perlu belajar untuk mengapresiasinya!

Saran untuk Mengajarkan Matematika pada Anak yang Memiliki Kebutuhan Khusus

Apa yang harus Anda lakukan bila anak Anda memiliki kebutuhan khusus (SpLD/Specific Learning Difficulty) seperti disleksia atau diskalkulia? Perlukah mengubah metode Anda untuk mengajar matematika?

Seperti yang Anda khawatirkan, disleksia mempengaruhi cara membaca, menulis dan pemahaman anak. Ketika mempelajari matematika, kesulitan yang dihadapi dapat berupa memecahkan soal cerita matematika dan beri soal. Diskalkulia hampir serupa, namun mempengaruhi proses berhitung atau berhubungan dengan angka daripada dengan kata-kata.

Kebutuhan khusus (SpLD) juga mempengaruhi ingatan jangka pendek serta konsentrasi. Jadi, bagaimana cara efektif untuk mengajar anak dengan kebutuhan khusus?

Pendekatan panca indera untuk pembelajaran matematika terbukti dapat memperkuat penerimaan informasi oleh anak melalui beberapa indera seperti: penglihatan, pendengaran, sentuhan, dan gerakan. Masyarakat yang tinggal dengan orang berkebutuhan khusus kebanyakan menggunakan visual sebagai gaya belajar, menggunakan gambar dan model terbukti efektif dalam membantu orang berkebutuhan khusus untuk mengerti dan menggunakan matematika.

Ketika mengajar anak berkebutuhan khusus, kesabaran sangatlah dibutuhkan. Mengulang poin sebanyak mungkin agar mereka bisa mengerti sepenuhnya, ubahlah metode pendekatan setiap waktu agar murid tidak bosan.

Karena anak berkebutuhan khusus sulit untuk mengorganisir, betapa pentingnya bagi orang tua dan guru untuk menerapkan mekanisme untuk memberikan struktur dalam pelajaran seperti:

  • Sistem kode warna untuk membedakan antar konsep matematika]
  • Tetap pada rutinitas
  • Gunakan catatan harian-pembelajaran bersamaan dengan buku latihan (untuk menjaga semua pekerjaan di satu tempat)

Masih banyak cara lain yang dapat Anda gunakan seperti pewarnaan, grafik proses, daftar dan rekapan materi matematika sebelumnya.

Organisir yang tepat dapat memperlihatknya perbedaan pada nilai anak berkebutuhan khusus. Dengan rutinitas dan tujuan yang jelas, pelajar merasa lebih terkendali dan tekanan yang menyebabkan hambatan mental telah hilang.

Apakah anak laki-laki lebih baik dalam menguasai matematika daripada anak perempuan?

Mari selesaikan dengan mendiskusikan materi yang sedikit sensitive: apa ada perbedaan antara anak laki-laki dan anak perempuan ketika mempelajari matematika?

karena jaman semakin modern, pesaingan pun semakin ketat bahkan sejak usia kecil Bahkan di usia se-dini ini, adakah persaingan antar gender?. Sumber : Pixabay

Beberapa studi mengungkapkan kecenderungan dalam statistik:

  • Di Perancis, kelas berisikan anak-anak berumur 14-15 tahun, 82% dari murid perempuan memiliki tingkatan tinggi dalam Bahasa Perancis jika dibandingkan dengan 68% dari murid laki-laki
  • Dalam pelajaran matematika, terdiri dari 87% untuk laki-laki dan 86.8% perempuan
  • Dari 7 juta murid di 10 negara bagian US dengan usia 7, 10 dan 18 tahun, tidak ada perbedaan kinerja antar gender

Jadi, darimana mitos yang mengatakan bahwa “laki-laki lebih baik dalam matematika” berasal?

Mungkin berdasarkan pada pemilihan murid. Mungkin saja perempuan condong pada pelajaran seperti literatur, keperawatan, dan psikologi, sedangkan laki-laki memilih matematika, sains, dan kelas ekonomi.

Penjelasan tersebut dapat menyetarakan pendidikan dan praktek sosial. Pada masa sebelumnya, anak laki-laki mungkin didorong untuk memainkan permainan konstruksi sedangkan perempuan akan diberikan rumah boneka.

Jadi, meskipun bangku pada kelas matematika sebagian besar diisi oleh laki-laki, bukan berarti mereka lebih mampu daripada perempuan, hanya saja perempuan kurang menyukai untuk mempelajari sains dan materi matematika.

Apa yang akan menjadi inovasi matematika selanjutnya? Penemuan matematika baru apa yang akan membalikkan konsepsi hidup kita saat ini?

Superprof tetap siaga, dan akan menjadi yang pertama untuk memberitahumu! Temukan tutor untuk perbaikan matematika tes pendidikan menengah.

Bagikan

Para pembaca kami menyukai artikel ini
Apa artikel ini berguna untuk mu?

Tidak ada informasi yang bergunaOke, namun masih harus ditingkatkanArtikel ini cukup bermanfaatTerima kasih! Artikel ini sangat bermanfaatPuas sekali dengan artikel ini (Berikan penilaian anda)
Loading...

Berikan komentar di artikel ini

avatar